Monday, September 12, 2016
Teknisi Jet Ski Tenggelam di Danau Sunter, Tim SAR Gabungan Masih Mencari

Jakarta - Seorang teknisi jet ski tenggelam di Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pria yang masih belum diketahui identitasnya tersebut tenggelam karena tak menggunakan pelampung saat mengendarai jet ski.
"Seorang teknisi dari jet ski sedang mencoba jet ski, tidak menggunakan pelampung dan tenggelam," ujar Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Jakarta Utara, Faisal, saat dihubungi detikcom, Senin (12/9/2016).
Faisal mengatakan informasi tenggelamnya petugas jet ski ini diterima petugas DPK sekitar pukul 15.45 WIB. Namun hingga pukul 18.15 WIB, pria tersebut masih belum ditemukan.
"Sampai saat ini masih dilakukan pencarian karena belum ketemu hingga menjelang malam ini," ujarnya.
Untuk proses pencarian, DPK Jakut menurunkan 26 orang personel. Bantuan juga diberikan oleh TNI AL dan tim Basarnas yang saat ini tengah melakukan pencarian menggunakan perahu karet di sekitar lokasi.
"Kami juga mendapatkan bantuan dari pasukan katat TNI AL dan Basarnas," jelas Faisal.
Hingga saat ini proses pencarian masih berlangsung.
Link Alternatif :
- www.bintangcapsa.com
- www.meja13.net
- www.capsa168.com
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Sunday, September 11, 2016
Polda Metro Kurban 79 Ekor Sapi dan 48 Kambing

Jakarta - Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah hewan kurban untuk perayaan Idul Adha kali ini. Hewan kurban tersebut nantinya akan diserahkan ke sejumlah yayasan, ormas hingga asrama polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, untuk jumlah hewan kurban yang disiapkan terdiri dari 79 ekor sapi dan 48 ekor kambing.
"Untuk hewan yang akan disembelih di Polda yaitu 15 ekor sapi dan untuk kambing tidak ada yang dipotong di Polda," ujar Awi kepada detikcom, Minggu (12/9/2015).
Untuk sisa 64 ekor sapi dan 48 kambing, lanjut Awi, akan disalurkan ke yayasan dan musala di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi.
"Untuk rincian penyaluran secara garis besar antara lain untuk ormas, asrama polisi, wilayah rawan konflik di wilayah hukum polda metro jaya dan yayasan yatim piatu," tuturnya.
Hewan-hewan kurban tersebut diberikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana, serta para pejabat utama dan Kapolres di wilayah Polda Metro Jaya.
Untuk pemotongan hewan kurban di Polda Metro Jaya dilakukan di halaman Gedung Detasemen Khusus 88 Anti Teror, pada Minggu (12/9) pagi setelah salat id. Pemotongan hewan kurban ini rencananya akan dihadiri oleh Kapolda Irjen Pol Moechgiyarto.
Link Alternatif :
- www.bintangcapsa.com
- www.meja13.net
- www.capsa168.com
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Kasus Dugaan Pemalsuan Umur Pelaku Tawuran Air Keras Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jakarta - Kasus dugaan pemalsuan umur atas pelaku tawuran yang menyiramkan air keras di Tebet, Jakarta Selatan-MS alias Asekop-dinyatakan lengkap. Penyidik Polres Tanjung Jabung Timur melimpahkan tahap dua tersangka Ambo Lebbi yang merupakan kakak kandung Asekop.
Selain Ambo, penyidik Polres Tanjung Jabung Timur juga menyerahkan tahap dua tersangka N selaku Kepala Sekolah Dasar (SD) Asekop ke Kejari Tanjung Jabung Timur pada Rabu (7/9) lalu. Asekop tercatat lahir dan bersekolah SD di Tanjung Timur.
"Dengan pelimpahan tahap dua ini, tugas polisi sudah selesai, jaksa sudah menyatakan kasus ini layak untuk disidangkan sebab tindak pidananya sudah jelas dan bukti-buktinya kuat," kata Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur Iptu Maruli ketika dihubungi wartawan, Minggu (11/9/2016).
Bersamaan dengan kedua tersangka, polisi juga menyerahkan sejumlah barang bukti seperti ijazah palsu, surat lahir yang dipalsukan dan lainnya. Untuk diketahui, surat lahir Asekop keluar ketika dirinya tengah disidangkan di PN Jakarta Selatan atas kasus dugaan penyiraman air keras dalam sebuah tawuran di Tebet, Jaksel pada 1 Januari 2016 lalu.
Untuk memperkuat bukti dokumen, polisi setempat juga menyerahkan surat dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tanjung Jabung Timur dan surat dari Dinas Pendidikan Tanjung Jabung Timur.
"Dari Dinas Dukcapil dan Dinas Pendidikan menyatakan, surat kelahiran yang dikeluarkan oleh bidan dan kepala sekolah cacat hukum karena prosedur pengubahannya salah," terang Maruli.
Dengan dilimpahkannya kedua tersangka, kasus tersebut akan segera disidangkan. Apabila nantinya dalam persidangan keduanya terbukti melakukan pemalsuan umur Asekop, maka bukan tidak mungkin Asekop akan dijatuhi vonis oleh PN Jaksel.
Untuk diketahui, putusan sela yang dijatuhkan oleh hakim PN Jaksel menyatakan Asekop bebas karena masih di bawah umur (16 tahun). Adapun yang menjadi dasar bahwa Asekop masih di bawah umur yakni surat kelahiran dan ijazah baru yang diajukan oleh LBH Jakarta selaku kuasa hukum Asekop. Padahal, dokumen tersebut keluar setelah Asekop menjalani persidangan.
Kasus berawal dari sebuah tawuran antara 2 kelompok di Tebet, Jaksel pada pergantian tahun atau 31 Desember 2015 menjelang 1 Januari 2016 dini hari. Tawuran tersebut menewaskan Ahmad Rivai (20) yang dibacok oleh Hasan Basri. Hasan Basri pun telah divonis 5 tahun penjara dalam perkara tersebut.
Tidak hanya itu, tawuran itu juga membuat Hasan Basri mengalami luka akibat siraman air keras oleh kelompok Asekop. Tidak lama, Asekop pun ditangkap oleh tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya.
Link Alternatif :
- www.bintangcapsa.com
- www.meja13.net
- www.capsa168.com
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Saturday, August 27, 2016
Banjir di Jalan Kemang Raya Sudah Surut, Motor Bisa Melintas
JAKARTA- Banjir di Jalan Kemang Raya sudah surut pagi ini usai disedot menggunakan pompa air. Motor sudah bisa melintas di lokasi.
Pantauan detikcom, Minggu (28/8/2016) pukul 04.30 WIB, banjir yang menggenangi Jalan Raya Kemang sudah surut. Motor yang dipacu detikcom sudah bisa melintas dari depan Pop Hotel hingga ke arah Warung Buncit.
![]() |
Meski begitu, jalan masih tampak ditutup untuk mobil di Jalan Raya Kemang, tepatnya di sekitar Kemang Square, dari arah Jalan Pangeran Antasari menuju Kemang dan sebaliknya. Sebab ada mobil sedan terparkir di jalan, ditinggal pemiliknya karena sebelumnya terendam banjir.
Mobil pompa air masih dioperasikan menyedot air (Aditya Fajar/detikcom) |
(Baca juga: Jakarta Selatan Kebanjiran, Ahok: Saya Jamin Hitungan Jam Selesai)
Di seberang jalan depan Pop Hotel tampak sebuah mobil pompa air masih dioperasikan untuk menyedot air. Banjir yang tadinya mencapai 70 cm hingga 1 meter, kini hanya sekitar semata kaki orang dewasa.
![]() |
AGEN CAPSA
BANDAR CAPSA
BINTANG CAPSA
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Friday, August 19, 2016
Jenazah Anggota Kelompok Santoso Asal Uighur Dimakamkan di Palu Sulteng
Jakarta - Proses visum terhadap anggota kelompok Santoso, Ibrohim, telah selesai. Jenazah Ibrohim yang merupakan WNA suku Uighur itu juga sudah dimakamkan.
"Jenazah yang bersangkutan sudah dikebumikan siang tadi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar kepada detikcom, Jumat (19/8/3016).
Boy menambahkan, jenazah Ibrohim dimakamkan di Pekuburan Paboya Kelurahan Paboya, Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 10.45 Wita siang tadi. Proses pemakaman berlangsung aman dan lancar.
Ibrohim tewas dalam kontak tembak dengan Satgas di wilayah Pegunungan Padopi, Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Rabu (17/8/201) sekitar pukul 08.35 Wita kemarin. Evakuasi hari kedua dimulai pukul 07.15 Wita pagi.
Jenazah tiba di Kampung Maros, Desa Uelempe Poso Peaisir, pukul 13.15 Wita siang. Tak selang lama, kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani visum.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan, Ibrohim merupakan suku Uighur terakhir di kelompok Santoso yang bisa dikumpulkan. Dengan begitu, tidak ada lagi suku Uighur yang di kelompok tersebut.
"Dulu ada enam (Uighur), kemudian tinggal satu. Yang lain ada yang ditangkap hidup-hidup, ada yang meninggal. Yang satu ini (tewas) kemarin kontak tembak," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
AGEN CAPSA
BANDAR CAPSA
BINTANG CAPSA
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Thursday, August 18, 2016
Ini Kata Sandiaga Soal Seruan Prabowo yang Tak Dukung Dirinya Antek Asing
Jakarta - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyebut yang tidak mendukung bakal cagub DKI Sandiaga Uno adalah antek asing. Sandiaga menyebut ucapan Prabowo itu sebagai pengingat bahwa Gerindra adalah partai nasionalis.
"Pak Prabowo menyampaikan itu untuk internal partai. Bukan untuk umum. Pak Prabowo mengingatkan kadernya," ujar Sandiaga di Restoran Merah Delima, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/8/2016).
Sandiaga mengatakan bahwa perkataan Prabowo itu hanya sebagai pengingat saja. "Bahwa Gerindra ini merupakan sebuah partai yang nasionalisme," terangnya.
Dalam video yang beredar lewat akun Sandiaga Uno, terlihat Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang meminta semua pendukungnya untuk membantu Sandiaga.
"Jadi, saya harapkan kalau kau kau hormat sama Prabowo, kalau kau cinta sama Prabowo, kalau kau setia sama Prabowo, bantulah Sandiaga Uno," ucap Prabowo dengan nada berapi-api.
Tampak dalam video tersebut Prabowo seperti mengumpulkan pendukungnya di sebuah bangunan berbentuk rumah joglo. Tak ada keterangan yang dicantumkan mengenai latar tempat dan waktu acara tersebut.
"Yang tidak dukung Sandiaga Uno antek asing, saudara-saudara!" ucap Prabowo disambut teriakan pendukungnya, "Sandi! Sandi! Sandi!"
AGEN CAPSA
BANDAR CAPSA
BINTANG CAPSA
ANTI NAWALA : http://192.169.219.143/
Subscribe to:
Posts (Atom)

Mobil pompa air masih dioperasikan menyedot air (Aditya Fajar/detikcom)